| Reading Centhini: Katuranggan (study of bodies) Saturday, 12 August 2017, 8pm (in bahasa Indonesia) Sunday, 13 August 2017, 8pm (in English) At Jogja Contemporary Ticket price 15k IDR Reservation to 08988117694 *Limited to 25 audience per day In this performance, each of you will join Agnes Christina to direct half of the show Synopsis: Turangga means horse, while ilmu katuranggan means study of bodies. Serat Centhini and Primbon Betaljemur Adammakna elaborates on ilmu katuranggan. There are many types of people based on their physical appearance, and further classified into 3 groups: level of passion in love making. Serat Centhini also specially assigned many chapters towards understanding horses. Horses in the past were considered precious, as a mode of transportation, sport, and social status. So what’s the matter with horses and bodies? Reading Centhini: Katuranggan Sabtu, 12 Agustus 2017, 8pm (dalam bahasa Indonesia) Minggu, 13 Agustus 2017, 8pm (dala bahasa inggris) Di Jogja Contemporary HTM 15k IDR Reservasi ke 08988117694 *Kursi terbatas, hanya untuk 25 orang di setiap pertunjukan Dalam pertunjukan ini, setiap penonton akan bersama-sama dengan Agnes Christina menyutradarai setengah dari pertunjukan. Sinopsis: Turangga artinya kuda, dan ilmu katuranggan artinya pengetahuan tentang tubuh. Serat Centhini dan Primbon Betaljemur Adammakna menjelaskan dengan panjang lebar tentang ilmu katuranggan. Ada banyak macam orang berdasarkan bentuk dan tanda fisik, dan dikelompokkan lebih jauh ke dalam tiga kategori nafsu. Serat Centhini juga secara khusus membahas tentang pengetahuan kuda. Di zaman itu, kuda dianggap berharga, sebagai alat transportasi, olahraga dan juga status sosial. Jadi apa maksudnya kuda dan tubuh?
http://ift.tt/2uvwkPh

edit

Tidak ada komentar: