Tadi malam telah berlangsung pembacaan naskah lakon dalam rangka Festival Pembacaan Naskah Lakon - Indonesia Dramatic Reading Festival 2017 di LIP/IFI Yogyakarta.

Di hari kedua #IDRF2017, dibacakan naskah lakon dari kelompok The Assembly Theatre Project. Naskah yang berjudul HOME/SICK ini merupakan naskah dokumenter tentang kelompok Weather Underground, sekelompok mahasiswa radikal Amerika Serikat di tahun 1960 - 1970-an yang berusaha meruntuhkan pemerintah Amerika Serikat.

Naskah ini menceritakan bagaimana kelompok tersebut bermanuver untuk menunjukkan identitas mereka, dan di antara mereka sendiri juga beberapa tokoh saling berebut pengaruh dengan melakukan manuver pribadi.

***
Beberapa waktu lalu Minsa sempat bertemu dengan Ibed Surgana Yuga, sutradara Kalanari Theater, yang menyampaikan bahwa kondisi naskah lakon akhir-akhir ini agak 'memprihatinkan'. Sebagai karya tulisan ia dianaktirikan dalam sastra. Sebagai sebuah naskah patokan pertunjukan, sekarang ini pertunjukan teater bisa berangkat dari teks apa saja. Tak harus naskah lakon yang teksnya ditulis runut, tapi bisa dari gambar, potongan lagu, potongan berita, cuitan warganet di twitter, dan lain-lain.

Well, bagaimana pun kondisi naskah lakon sekarang ini, membaca sebuah naskah untuk pertunjukan teater memang memberikan keasyikan tersendiri. Seperti cerpen atau novel, naskah lakon juga memiliki tingkat keseruannya sendiri. Bahkan lebih menarik, karena di dalam naskah lakon ada tangga dramatik yang diatur sedemikian rupa sehingga ledakan konflik cerita bisa dinikmati dengan sedemikian rupa.

***
Pembacaan naskah lakon HOME/SICK malam kemarin berjalan dengan apik. Bagi Sobat yang ingin menonton, naskah yang akan dibacakan malam ini (1 November 2017) berjudul Seorang Lelaki yang Bisa Berbahasa Jawa merupakan alih wahana dari cerpen karya penulis Brasil:Lima Barreto.

Penerjemahan cerpen dari bahasa Inggris dikerjakan oleh Muhammad Abe dan alih wahana oleh Gunawan Maryanto.







edit

Tidak ada komentar: