[ SEKAR sebagai sinonim bunga ataupun kembang, menjadi simbol yang didefinisikan ke dalam banyak hal . Sekar jika bertemu kata lain akan menimbulkan berbagai makna. Dalam kata ‘Sekar Kinasih’ ia bisa saja diartikan tumbuh berkembangnya satu kasih. Dalam Sekar Gambuh, ia memiliki arti sebagai ‘tembang’ pun lagu jenis Gambuh. Dan dalam Sekar Kedaton, ia dimaknai sebagai sosok manusia, seorang putri raja . Bunga ataupun kembang sebagai padanan kata sekar juga serupa; bisa diidentikkan dalam banyak hal. Bunga bank memiliki definisi semacam ‘imbalan’ yang ada pada sistem perbankan. Bunga rampai merupakan istilah identik kumpulan karangan atau cerita pilihan . Tak jauh beda dengan bunga, kembang memiliki nasib sama bila bersanding dengan kata lain. Kembang lambe (bahasa Jawa) bisa didefinisikan ‘omongan pemanis’, kembang kempis juga memiliki arti ‘terengah-engah. Namun baik bunga pun kembang, ada kata yang memiliki arti sama, yaitu kembang desa pun bunga desa. Ia bisa diartikan sebagai seorang gadis yang paras indahnya membuat banyak orang terpesona . Kesimpulannya, Kata sekar, kembang, ataupun bunga bisa memiliki banyak makna, apalagi ketika disandingkan kata lain. Namun kenyataannya ada titik temu yang bisa disatukan pemaknaannya, yaitu kembang desa, bunga desa, dan sekar kedaton. Ketiganya memiliki arti yang merujuk sosok manusia, dan itu berkelamin wanita. Di lain sisi bunga menjadi benda indah dan pantas disajikan dalam bentuk rangkaian flower arrangement; round table, long table, standing flower, bouquet, pun garlan. Namun bunga juga mampu berdiri sendiri dengan berbagai gaya, ada single-rose, single-carnation yang mandiri menghias sudut ruangan, ada pula snap-dragon pun anthorium yang dirangkai tunggal secara loose dalam tabung kaca . Kembang yang menjadi cikal-bakal buah sekaligus sumber madu merupakan kata yang bisa saja diidentikkan dengan sifat lemah-lembut juga paras manis . Lalu apa hubungan kemandirian, kelembutan, keindahan, dan juga segala rasa itu dengan sosok manusia berkelamin wanita? Apa sebab pula kata ‘sekar’ harus disatukan dengan kata ‘murka’ sebagai tambahannya? . Pada pertanyaan semacam inilah laku pentas teater #SEKARMURKA digarap

edit

Tidak ada komentar: