#Event Temen Ngobrol #7: Teater Edukasi Interaktif | Ruang Pameran PKKH UGM | Kamis, 14 Desember 2017, pukul 15.00-17.30 WIB | GRATIS
.
***
Temen Ngobrol bersama Eko Santosa @ekoompong

Teater interaktif merupakan teater di mana penonton terlibat secara aktif dan spontan bersama-sama pemain membangun cerita yang terbuka. Sementara istilah “teater edukasi” digunakan untuk menjelaskan pemanfaatan teater sebagai media pembelajaran. Dalam konteks ini, teater disikapi sebagai media atau cara untuk mengajarkan sesuatu. Apa yang diajarkan disajikan dalam satu peristiwa teater yang dibangun bersama antara pemain dan penonton secara spontan. Mengapa peristiwa dan bukan pertunjukan? Karena pertunjukan mensyaratkan adanya pemisahan antara pemain dan penoton; sementara dalam teater interaktif penonton adalah juga pemain. Kondisi ini menjadikan ruang, waktu, dan semua yang ada di dalamnya lesap ke dalam satu peristiwa yang dicipta bersama. Spontanitas terjadi manakala penonton bereaksi dan pemain menanggapi reaksi tersebut. Akhirnya cerita dibangun bersama secara improvisasi.

Permulaan reaksi tentu saja diatur atas penggal adegan yang sedang berjalan. Pun demikian dengan adegan atau cerita yang disajikan. Pengaturan ini dilakukan untuk menempatkan pemain dan penonton dalam ruang-waktu yang sama. Selain itu, pengaturan berfungsi sebagai peletak nilai edukasi yang disampaikan. Karena nilai yang ingin disampaikan beragam, maka durasi terbagi ke dalam cerita-cerita superpendek dengan struktur tertentu di mana nilai tesebut disematkan. Akhirnya, setiap sajian cerita memiliki struktur, nilai, pola interaksi, dan dijalankan bersama secara improvisasi.

Temen Ngobrol #7 akan menghadirkan Eko Santosa, seorang praktisi sekaligus akademisi teater edukasi, seorang widyaiswara seni teater PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta. Ia adalah penggagas teater edukasi interaktif-improvisasional Theatre by Request. Konseptor dan pendiri artISM, sebuah kelompok kerja kolaborasi seni Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filippina. Sampai sekarang Eko tetap berusaha menempatkan karya teater sebagai wahana edukasi seni (artistik) bagi masyarakat.
Disarankan mengenakan atau membawa pakaian yang rapih — view on Instagram http://bit.ly/2Bg41LN



edit

Tidak ada komentar: