Ini adalah pertunjukan wayang kulit yang paling emosional buat saya.

2,5 jam kisah macan dan kerbau malam ini ditutup dengan kemunculan dua anak wayang ini sebagai penutupnya.

Melihat wayang mbah #ledjarsubroto berkalung melati putih membuat mata saya panas.

Nanang, cucu kesayangan simbah yang memegang wayang itu menancapkan wayangnya dengan gerak lambat.

Tiba tiba seluruh ruangan hening. Tidak ada suara pengiring sama sekali. Semua pemain karawitan berhenti.

Rekaman suara simbah yang memanggil Nanang terdengar.

Suaranya ketika menelpon menanyakan kapan Nanang pulang dari Jepang, menggema di seluruh ruangan.

Air mata saya mendadak mengalir deras.
Bahu sang dalang terguncang, suaranya bergetar.
Malam ini, kali pertama Nanang mendalang di Jogja, tanpa simbah di sampingnya.

Wayang simbah tidak bicara. Sang dalang melepaskan simbah malam ini, setelah pelukan erat yang cukup lama.

Sang cucu berjanji akan meneruskan karya Simbah sampai ajal menjemput.

Kehangatan simbah mendadak menyeruak kembali malam itu.
Seusai pentas, kami saling memeluk. Menguatkan. Melepaskan. (Ria Papermoon)
.
***
Kisah Kak @riapapermoon perihal Mbah Lejar dan Sang Cucu yang terikat batin “budaya"nya sungguh membuat sesak dada, namun juga mersasakan bangga. Layak repost.
.
#ledjarsubroto #jogja #agendajogja #agendaseni #acaraseni #jaringacara #wayang #wayangkulit #wayangkancil #infoseni #infojogja #yogyakarta — view on Instagram http://bit.ly/2QP6DFb



edit

Tidak ada komentar: