Nonton India #10: MANTO (2018) 28 Agustus ‘19 |...



Nonton India #10: MANTO (2018)

28 Agustus ‘19 | 19.00WIB

Tempat:
Kantor Penerbit Basabasi
Jl. Asem, Wonocatur, Banguntapan Bantul
Yogyakarta

Std: Nandita Das; akt: Nawazuddin Siddiqui; bhs: Hindi; dur: 116 mnt.
.
**
Saadat Hasan Manto adalah seorang cerpenis yang disegani dan penulis skenario film terkenal di studio-studio film Bombay era 40an. Ia dielukan di kalangan penulis dan industri film sebagai Chekov-nya India. Namun, semua itu berubah begitu India merdeka dan terbelah menjadi dua negara. Ia mencintai India dan Bombay, dan tak ingin ke mana-mana. Namun, ia terpaksa pergi dari negeri dan kota yang dicintainya ketika diam-diam karib penulis dan kolega di industri film menyingkirkannya karena nama dan agamanya.

Di Lahore, Pakistan, kota dan negeri baru yang tak dikenalnya, ia mengalami keterasingan dan disiksa kerinduan akan rumahnya di Bombay. Keterasingan (dan alkohol) membantunya melahirkan cerita-cerita getir tentang sebuah bangsa yang terbelah, tentang manusia-manusia rusak yang digerogoti derita dan angkara karena perang dan perpecahan. Atas keberanian dan keterusterangannya menggambarkan kebobrokan masyarakat India pascaperang, Pengadilan Pakistan mendakwanya sebagai penulis cabul, dan Manto mesti berurusan dengan pengadilan nyaris di sepanjang sisa hidupnya. Demi istri dan anak-anaknya, ia berjuang untuk sembuh dari alkoholisme. Namun, kepedihan yang dideritanya dan dikabarkan cerita-ceritanya tak bisa dilawannya.
.
'Manto’ adalah biopic dari Saadat Hasan Manto. Namun, sedikit berbeda dari kebanyakan biopic, Sutradara perempuan Nandita Das menyusun riwayat hidup Manto dari serangkaian cerita pendeknya yang paling dikenal. Akting Siddiqui, salah satu aktor watak paling cemerlang yang dimiliki Bollywood dalam dua dekade terakhir, memancar-mancar di film ini. Untuk memperingati hari kemerdekaan dan Agustus kita yang kelabu ini, saya kira tak ada film yang lebih lagi melebihi Manto. Manto saya kira juga akan menjadi penawar yang pas bagi kadar gula yang terlalu tinggi pada adaptasi para filmaker Indonesia terhadap masterpiece Pram, penulis kita yang paling bisa saya bayangkan ketika membaca cerpen-cerpen Manto
.
#jogja #jogjabuku #jaringacara #yogya — view on Instagram http://bit.ly/2zkMRd8


CONVERSATION

Back
to top