Ngukara Jawasastra “Kitong Semua Seduluran”
.
Minggu 19 Juli 2020 15:00WIB/17:00WIT
Google Meet
Registrasi: bit.ly/ngukara3

KUOTA TERBATAS!
.
*
Ngukara @jawasastra volume 3 episode 3 kali ini kita akan berjalan sejenak ke daerah timur nusantara, tepatnya Papua.

Ya, Papua, sebuah tempat yang tak hanya kaya akan sumber daya alamnya, namun beragam pula keadaan bahasa daerahnya. Di sisi lain, beragamnya bahasa daerah di Papua dibayangi oleh ancaman kepunahan. Seperti kata Fanny Henry Tondo (2009) yang melansir Index of Irian Jaya Languages. Second Edition. A Special Publication of Irian Bulletin of Irian Jaya, terdapat 208 bahasa daerah di Papua yang terancam punah. Faktor kepunahan tersebut terjadi karena faktor alam maupun non-alam.

Narasumber yang hadir ialah Simon Tabuni, (@simon.gerrard2 ) seorang alumnus SOAS (School of Oriental and African Studies), University of London.

Selama melakukan studi di sana, Kak Simon berfokus pada dokumentasi, deskripsi, dan revitalisasi bahasa daerah. Lebih tepatnya topik yang diangkat adalah Ethnobiological Linguistics dengan pendekatan The Encoding of Traditional Ecological Knowledge. Kak Simon juga menjadi staf peneliti muda di CELD (Center for Endangered Languages Documentation) Universitas Papua.

Seperti apa pengalaman yang didapatkan Kak Simon dalam meneliti bahasa daerah di tempatnya?

Apa hubungan bahasa daerah dengan etnobiologi?

Jangan lewatkan diskusi epik yang dilaksanakan tanggal 19 Juli 2020 via Google Meet. Maka segerakan dirimu untuk mendaftar di link  bit.ly/ngukara3.

Ingat, kuota tetap terbatas!
.
**
Sakliyane iku, apakah bahasa Jawa juga punya pola yang sama ketika mengakomodir kekayaan alam Jawa? Apakah semakin menurunnya prngetahuan tentang ragam bahasa Jawa terkait alam ada sangkut pautnya dengan kerusakan dan eksploitasi alam Jawa?
.
#papua #papuabarat #bahasajawa #bahasapapua #linguistics #environmentalist #jawasastra #jaringacara #acaraseni #ngukarajawasastra — view on Instagram https://bit.ly/30g3UKo



edit

Tidak ada komentar: